Selasa, 03 Juni 2014

Anak dan Induk Masalah

MASALAH PADA PT. POS INDONESIA
            Tantangan PT Pos Indonesia adalah bagaimana bersaing dengan jasa pengiriman swasta. Perusahaan pengiriman jasa swasata yang popular saat ini adalah JNE, Tiki, Express, dan DHL. Dari pengamatan penulis, masyarakat sekarang ini cenderung memilih jasa pengiriman swasta. Dengan pertimbangan, jasa pengiriman swasta tepat waktu, profesioanal, dan mudah diakses, meski sedikit lebih mahal dengan PT Pos Indonesia.
Menyoal masalah akses, perusahaan pengiriman jasa dan barang swasta lebih memilki lebih banyak cabang kantor. Tidak sedikit perusahaan pengiriman jasa dan barang memanfaatkan rumah penduduk sebagai pengumpul barang. Kemudahan akses ini adalah salah satu alasan mengapa masyarakat lebih memilih jasa pengiriman swasta dari pada PT Pos.
            Menajemen PT Pos yang bersifat mekanik mempengaruhi penciptaan inovasi pada perusahaan. Karyawan yang memilki inovasi untuk program pelayanan tidak serta merta diterma dan rembukkan begitu saja. organisasi mekanis mengharuskan setiap keputusan melewati jalur-jalur komando. Strategi ini akan memperlambat perkembangan perusahaan. Sementara perusahaan swasta memang selain menawarkan jasa pengiriman, juga mengembangakan pelayanan pengiriman yang inovatif.

                                        MASALAH PADA PT. POS INDONESIA
                           ANAK MASALAH
                           INDUK MASALAH
1. Masyarakat  sekarang cenderung memilih jasa pengiriman swasta. Dengan pertimbangan, jasa pengiriman swasta tepat waktu, profesioanal, dan mudah diakses, meski sedikit lebih mahal dengan PT Pos Indonesia.
Hal ini apabila terus berlangsung, maka perusahaan PT. POS INDONESIA akan kalah bersaing dan di tutup.


2. Strategi perusahaan yang memperlambat perkembangan perusahaan.





1. Masyarakat sekarang cenderung memilih jasa pengiriman swasta daripada PT. POS INDONESIA merupakan anak masalah. penyebab atau induk dari masalah yang masyarakat sekarang cenderung memilih jasa pengiriman swasta daripada PT. POS INDONESIA, yakni masalahnya ialah masalah akses, perusahaan pengiriman jasa dan barang swasta lebih memilki lebih banyak cabang kantor. Tidak sedikit perusahaan pengiriman jasa dan barang memanfaatkan rumah penduduk sebagai pengumpul barang. Kemudahan akses ini adalah salah satu alasan mengapa masyarakat lebih memilih jasa pengiriman swasta dari pada PT Pos.

2. Strategi perusahaan yang memperlambat perkembangan perusahaan merupakan anak masalah. Induk/masalah yang sesungguhnya ialah pada Menajemen PT Pos yang bersifat mekanik mempengaruhi penciptaan inovasi pada perusahaan. Karyawan yang memilki inovasi untuk program pelayanan tidak serta merta diterma dan rembukkan begitu saja. organisasi mekanis mengharuskan setiap keputusan melewati jalur-jalur komando. Strategi ini akan memperlambat perkembangan perusahaan. Sementara perusahaan swasta memang selain menawarkan jasa pengiriman, juga mengembangakan pelayanan pengiriman yang inovatif.

Jadi, Anak masalah dan Induk masalah di pada organisasi/perusahaan PT. POS INDONESIA, apabila melihat model enam kotak dari weisbord, maka berasal dari kotak no. 6 (metode kerja) serta berasal juga dari lingkungan luar.

Metode Kerja (SISTEM KOMANDO)
            Menajemen PT Pos bersifat mekanik mempengaruhi penciptaan inovasi pada perusahaan. Karyawan yang memilki inovasi untuk program pelayanan tidak serta merta diterma dan rembukkan begitu saja. organisasi mekanis mengharuskan setiap keputusan melewati jalur-jalur komando.

Lingkungan Luar
            Jasa pengiriman swasta tepat waktu, profesioanal, dan lebih mudah diakses daripada PT. POS INDONESIA, sehingga konsumen berkurang karena masyarakat sekarang cenderung memilih jasa pengiriman swasta.


Pengelolaan Stress

Perusahaan Discovery, Amerika Serikat
            Perusahaan Discovery merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, khususnya konten televisi nonfiksi seperti program dokumenter. Perusahaan Discovery menempati peringkat ke-delapan yang termasuk di dalam
20 Perusahaan Berfasilitas Gratis Terbaik di Amerika Serikat versi  www.tempo.com .
                Perusahaan ini berupaya agar tingkat kreativitas karyawan tetap terjaga. Mereka menyediakan kelas dan acara hiburan rutin, seperti kelas dansa khas Afrika, kelas membuat coklat, kelas mewarnai, dan seminar-seminar yang menghibur yang diharapkan dapat menyegarkan pegawai dari kejenuhan, memotivasi pegawai dan menghindarkan pegawai dari stres yang berlebih. Bahkan, tidak cukup sampai di situ,  di kantor ini pegawai juga disediakan pusat kesehatan gratis lengkap dengan tenaga psikolog, psikiater dan dokter yang bisa memberikan resep dan obat gratis sebagai cara yang lebih lanjut untuk menangani stres pegawai apabila fasilitas penyediaan kelas dan acara hiburan rutin tidak berhasil menghidarkan pegawai dari stres yang berlebihan.

                Jadi, perusahaan discovery di dalam menangani stres pegawai atau pekerja melakukan teknik-teknik yang pertama dengan mencegah ataupun menghindari kemunculan stres oleh pegawai berupa penyediaan kelas dan acara hiburan rutin, seperti kelas dansa khas Afrika, kelas membuat coklat, kelas mewarnai, dan seminar-seminar yang menghibur. Lalu, apabila teknik pencegahan tidak berhasil, maka teknik selanjutnya ialah dengan tenaga ahli untuk menghilangkan stres, yakni: psikolog, psikiater dan dokter yang bisa memberikan solusi, resep dan obat gratis.

Pembentukan Perilaku Dalam Organisasi

                        VARIABEL-VARIABEL PEMBENTUK PERILAKU DALAM ORGANISASI

                                  Variabel Pembentuk Perilaku Individu Dalam Organisasi
Kontribusi dari individu
Kontribusi dari organisasi
Karakteristik individu
Karakteristik organisasi
Sifat dasar manusia, menurut Sondang
Faktor pembentuk perilaku, menurut Sondang
1. Tenaga atau usaha

2.Kemampuan

3. Keahlian

4. Waktu

5. Kompetensi

6. Kesetiaan

1. Gaji

2.Fasilitas kerja

3. Keamanan kerja

4. jaminan posisi kerja

5. Penghargaan
1. Kemampuan

2. Kebutuhan, menurut Maslow’s:
(1) Physiologis (sandang, papan, pangan)
(2)Keamanan
(3) Sosial
(4) Penghargaan
(5)Aktualisasi diri

3. Kepercayaan

4. Pengalaman

5.Pengharapan
1. Hierarkhi

2. Wewenang

3.Tanggung jawab

4. Sistem reward and punishment

5. Sistem kontrol

6.Sumber daya

7. Desain pekerjaan
1.Kemampuan
2.Kemampuan menyesuaikan
3. Daya tahan terhadap tekanan
4. Integritas pribadi
5.Keseimbangan emosional
6. Kreativitas
7. Prakarsa
8. Kepercayaan kepada diri sendiri
9. Sifat yang agresif
10. Energi fisik
11.Kepemimpinan
12. Komunikasi
13. Antusiasme
14. Ketepatan waktu
15. Mutu pekerjaan

1. Faktor genetik (keturunan)

2. Faktor pengalaman (kerja, organisasi, dll.)

3. Faktor lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat, dll.)

4. Faktor pendidikan (pendidikan membentuk pola pikir)



                                  GAMBAR MODEL HUBUNGAN PEMBENTUK PERILAKU





                                    ANALISIS GAMBAR MODEL HUBUNGAN PERILAKU

            Berdasarkan gambar model hubungan pembentukan perilaku di atas, dapat di katakan bahwa perilaku itu terbentuk karena proses interaksi dari dua karakteristik (karakteristik individu dan karakteristik organisasi).
            Model di atas menggambarkan pola terbentuknya perilaku individu di dalam organisasi. Perilaku yang timbul diibaratkan seperti sebuah rantai yang terus berputar tanpa ada titik akhir.
            Yang di maksud tanpa titik akhir di sini ialah perilaku-perilaku individu yang timbul di dalam organisasi tidaklah selalu sama pada setiap waktu dan tidak berhenti pada suatu sikap saja, misal: tahun 2013 pegawai itu bekerja dengan semangat dan produktif, tahun 2014 belum tentu sikap yang ditunjukan sama seperti tahun 2013, begitu juga tahun-tahun berikutnya.
            Contoh model diatas di awali dari no. 1 yakni kemampuan pegawai dalam bekerja dengan harapan mendapat penghargaan setelah memberikan kemampuan terbaiknya pada perusahaan, lalu, no. 2 perusahaan memberi penghargaan sebagai bukti kepuasan terhadap hasil kerja dan pengakuan kinerja,setelah itu perusahaan puas dan pegawai juga puas karena di beri penghargaan, titik kepuasan ini menimbulkan no. 3 yakni semangat kerja dan produktivitas kerja yang memuaskan. Tidak berhenti sampai di situ, setelah perusahaan mendapatkan hasil dari produktivitas dari pegawai, semua masih berjalan untuk kedepan tergantung yang di lakukan perusahaan/organisasi, bila organisasi menanggapi dengan hasil kerja yang baik dengan tindakan yang memuaskan pegawai maka saat kembali pada no. 1 dan seterusnya maka produktivitas akan muncul lagi untuk kesempatan berikutnya. Begitu juga sebaliknya.


                                                           
                                                           





                                                                   BENTUK PERILAKU
Pengaruh Kemampuan Pegawai, Pengharapan Pegawai & Respon Organisasi yang Berupa Penghargaan dan Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai dan Semangat Bekerja

           
            Kinerja pegawai dan semangat bekerja pegawai/individu di perusahaan yang berdampak pada kualitas dan produktivitas kerja dipengaruhi oleh kemampuan pegawai itu sendiri & harapan dari pegawai yang menjadi motivasi dalam bekerja yang di respon oleh perusahaan.

Model Umum Pembentukan Perilaku:
B = F ( I, O, P )
Perilaku = Peran ( Individu, Organisasi, Psikologi)
Perilaku = Peran ( Kemampuan pegawai di respon oleh perusahaan berupa reward yang                                           memberi motivasi dan semangat bekerja pada pegawai )


 

Semangat bekerja = Kemampuan dan harapan       -->     Reward       -->    Perilaku




            Jadi, perilaku pegawai dalam perusahaan yang timbul, yakni semangat bekerja muncul karena adanya interaksi yang terjadi antara kemampuan pegawai dan karakteristik individu, yakni pengharapan yang berinteraksi dengan karkteristik organisasi, yakni reward. Interaksi dari individu dan perusahaan inilah, maka timbul perilaku semangat bekerja dari pegawai.