Selasa, 03 Juni 2014

Pembentukan Perilaku Dalam Organisasi

                        VARIABEL-VARIABEL PEMBENTUK PERILAKU DALAM ORGANISASI

                                  Variabel Pembentuk Perilaku Individu Dalam Organisasi
Kontribusi dari individu
Kontribusi dari organisasi
Karakteristik individu
Karakteristik organisasi
Sifat dasar manusia, menurut Sondang
Faktor pembentuk perilaku, menurut Sondang
1. Tenaga atau usaha

2.Kemampuan

3. Keahlian

4. Waktu

5. Kompetensi

6. Kesetiaan

1. Gaji

2.Fasilitas kerja

3. Keamanan kerja

4. jaminan posisi kerja

5. Penghargaan
1. Kemampuan

2. Kebutuhan, menurut Maslow’s:
(1) Physiologis (sandang, papan, pangan)
(2)Keamanan
(3) Sosial
(4) Penghargaan
(5)Aktualisasi diri

3. Kepercayaan

4. Pengalaman

5.Pengharapan
1. Hierarkhi

2. Wewenang

3.Tanggung jawab

4. Sistem reward and punishment

5. Sistem kontrol

6.Sumber daya

7. Desain pekerjaan
1.Kemampuan
2.Kemampuan menyesuaikan
3. Daya tahan terhadap tekanan
4. Integritas pribadi
5.Keseimbangan emosional
6. Kreativitas
7. Prakarsa
8. Kepercayaan kepada diri sendiri
9. Sifat yang agresif
10. Energi fisik
11.Kepemimpinan
12. Komunikasi
13. Antusiasme
14. Ketepatan waktu
15. Mutu pekerjaan

1. Faktor genetik (keturunan)

2. Faktor pengalaman (kerja, organisasi, dll.)

3. Faktor lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat, dll.)

4. Faktor pendidikan (pendidikan membentuk pola pikir)



                                  GAMBAR MODEL HUBUNGAN PEMBENTUK PERILAKU





                                    ANALISIS GAMBAR MODEL HUBUNGAN PERILAKU

            Berdasarkan gambar model hubungan pembentukan perilaku di atas, dapat di katakan bahwa perilaku itu terbentuk karena proses interaksi dari dua karakteristik (karakteristik individu dan karakteristik organisasi).
            Model di atas menggambarkan pola terbentuknya perilaku individu di dalam organisasi. Perilaku yang timbul diibaratkan seperti sebuah rantai yang terus berputar tanpa ada titik akhir.
            Yang di maksud tanpa titik akhir di sini ialah perilaku-perilaku individu yang timbul di dalam organisasi tidaklah selalu sama pada setiap waktu dan tidak berhenti pada suatu sikap saja, misal: tahun 2013 pegawai itu bekerja dengan semangat dan produktif, tahun 2014 belum tentu sikap yang ditunjukan sama seperti tahun 2013, begitu juga tahun-tahun berikutnya.
            Contoh model diatas di awali dari no. 1 yakni kemampuan pegawai dalam bekerja dengan harapan mendapat penghargaan setelah memberikan kemampuan terbaiknya pada perusahaan, lalu, no. 2 perusahaan memberi penghargaan sebagai bukti kepuasan terhadap hasil kerja dan pengakuan kinerja,setelah itu perusahaan puas dan pegawai juga puas karena di beri penghargaan, titik kepuasan ini menimbulkan no. 3 yakni semangat kerja dan produktivitas kerja yang memuaskan. Tidak berhenti sampai di situ, setelah perusahaan mendapatkan hasil dari produktivitas dari pegawai, semua masih berjalan untuk kedepan tergantung yang di lakukan perusahaan/organisasi, bila organisasi menanggapi dengan hasil kerja yang baik dengan tindakan yang memuaskan pegawai maka saat kembali pada no. 1 dan seterusnya maka produktivitas akan muncul lagi untuk kesempatan berikutnya. Begitu juga sebaliknya.


                                                           
                                                           





                                                                   BENTUK PERILAKU
Pengaruh Kemampuan Pegawai, Pengharapan Pegawai & Respon Organisasi yang Berupa Penghargaan dan Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai dan Semangat Bekerja

           
            Kinerja pegawai dan semangat bekerja pegawai/individu di perusahaan yang berdampak pada kualitas dan produktivitas kerja dipengaruhi oleh kemampuan pegawai itu sendiri & harapan dari pegawai yang menjadi motivasi dalam bekerja yang di respon oleh perusahaan.

Model Umum Pembentukan Perilaku:
B = F ( I, O, P )
Perilaku = Peran ( Individu, Organisasi, Psikologi)
Perilaku = Peran ( Kemampuan pegawai di respon oleh perusahaan berupa reward yang                                           memberi motivasi dan semangat bekerja pada pegawai )


 

Semangat bekerja = Kemampuan dan harapan       -->     Reward       -->    Perilaku




            Jadi, perilaku pegawai dalam perusahaan yang timbul, yakni semangat bekerja muncul karena adanya interaksi yang terjadi antara kemampuan pegawai dan karakteristik individu, yakni pengharapan yang berinteraksi dengan karkteristik organisasi, yakni reward. Interaksi dari individu dan perusahaan inilah, maka timbul perilaku semangat bekerja dari pegawai.


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar